“Tidaklah engkau menceritakan sesuatu kepada suatu kaum sedang akal mereka tidak mampu menerimanya, melainkan cerita itu menimbulkan fitnah pada sebagian dari mereka.” (HR. Muslim).
Showing posts with label Berita Dalam Negeri. Show all posts
Showing posts with label Berita Dalam Negeri. Show all posts

Frans Sang Penghina Islam dari Bali Akhirnya Ditangkap Polisi



Polda Bali bersama Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri menangkap  Donald Ignatius Suyanto (39), pemilik akun media sosial facebook dan youtube channel "Donnal Bali".

Kepolisian menangkap tersangka karena selama ini sering mengunggah rekaman video berkonten kebencian dan SARA, pada Rabu.(26/7/2017).

Kasubdit ii Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP i nyoman Resa, tersangka membuat video sebagai bentuk kontrol sosial dan reaksi terhadap situasi di masyarakat.

"Tersangka mengunggah muatan yang menistakan agama," kata nyoman Resa.

Modus tersangka dengan merekam secara pribadi dan mengunggah 21 video dalam channel youtube dan facebook atas nama Donald Bali. Video tersebut bermuatan penghinaan terhadap agama islam dan ulama yang kemudian direspon oleh netizen.




Dari tersangka, polisi menyita barang bukti, yaitu sebuah HP merk VIVO type Y21 berwarna putih beserta dua buah kartu SIM Indosat dan kartu Memory Micro -SD.

Saat ini tersangka sudah ditahan dan polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Lebih lanjut, tersangka juga diduga merupakan pemilik akun Facebook Donald Frans New Sr yang selama ini sering melakukan ujaran kebencian terhadap agama islam.

Frans bahkan dalam info facebook nya secara terang-terangan menggunakan cover yang bertuliskan Anti Islam Club dan dalam bio-nya mengatakan Nabi Muhammad pendekar buta huruf pembohong besar dari gua hira bajing*n hyper sex dan bisex.

Selain itu, dia meengedit foto dirinya sedang buang air besar dan menggantikan klosetnya dengan ka'bah.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 45 Jo pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 Tahun penjara.

14 Awak Militer Amerika mendarat darurat di Banda Aceh


Sebanyak 14 awak, dari 20 awak pesawat US Air Force OF 582 yang sebelumnya mendarat darurat di Banda Aceh, dijemput kembali ke pangkalan militer AS di Pulau Diego Garcia, Minggu (26/3/2017) pukul 12.45 WIB.

Mereka dijemput dengan pesawat jenis Boeing 707 yang merupakan pesawat tanker, yaitu pesawat yang berfungsi mengisi bahan bakar saat di udara.

Pesawat itu dipiloti oleh Kapten Dane Ahrholt dan co-pilot Peter Grooms.

Selama berada di Apron bandara SIM, pesawat itu tampak tidak mematikan mesinya. Setelah semua awaknya beserta barang bawaan naik, pesawat itu kembali lepas landas ke Diego Garcia pukul 13.37 WIB.

Menurut petugas Airnav, perjalanan dari Banda Aceh menuju Diego Garcia ditempuh sekitar tiga jam.

Sedangkan enam awak yang tersisa akan berada di Aceh selama beberapa hari, menunggu dikirim mesin pesawat yang baru dari Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada Jumat (24/3/2017) satu unit pesawat AS yang mengangkut 20 awak mendarat darurat di Bandara SIM karena kerusakan mesin saat di udara. 

Pesawat itu dari Diego Garcia menuju Kadena di Pulau Okinawa, Jepang. Hingga saat ini pesawat itu masih berada di Apron Bandara SIM. [at]

Lagi, Venomena Artis Menghina Ulama lewat Twitter


Tak disangka, reaksi netizen atas fitnah Inul kepada ulama begitu cepat, keras dan tegas!

Hanya dalam sekejap, tagar #BoikotInulDaratista sudah bertengger menjadi Trending Topik di media sosial Twitter pada Ahad, 26 Maret 2017.

Inul ramai dibicarakan netizen setelah capture akun instagram miliknya tersebar ke berbagai jejaring media sosial.

Tak ayal, perempuan asal Pasuruan, Jawa Timur bernama asli Ainur Rohimah pun dikecam berbagai pihak.

Tak main-main, seperti halnya Uus dan Ernest, publik pun dengan keras menyerukan agar Inul diboikot.





Menolak Perda Syariat Dijakarta, Ini Kata Jarot


Djarot Saiful Hidayat, calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa Jakarta tidak boleh ada peraturan daerah (perda) bernuansa syariat.

Pernyataan Djarot ini disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait wacana penerapan wisata syariah di Jakarta.

"Kalau wisata syariat saya enggak ngerti. Cuma saya titip pesan saja, jangan sampai Jakarta mengeluarkan perda-perda syariat," kata Djarot saat ditemui di kawasan Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (25/3/2017).

Salah satu peraturan syariat yang dinilai Djarot tak bisa diterapkan di Jakarta adalah larangan bagi seorang perempuan keluar malam jika tidak didampingi muhrimnya.

"Atau misalnya perempuan tidak boleh pakai celana panjang, harus pakai rok panjang. Jangan Jakarta kayak gitu ya," ujar Djarot.

Sementara itu, Sandiaga Uno, calon wakil gubernur DKI Jakarta bernomor tiga pada suatu kesempatan menyampaikan gagasan ingin menerapkan konsep wisata syariah di Jakarta.

Sandiaga ingin meniru wisata syariah yang dikembangkan Turki yang kemudian dapat menambah perolehan devisa negara. [vi]

Ketahuan Konsumsi Narkoba, Ridho Roma Ditangkap Polisi



Polisi menangkap musikus Ridho Rhoma karena kedapatan tengah mengonsumsi narkoba. 

Dia ditangkap di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat pada Jumat (24/3/2017).

"Dia kami tangkap dengan barang bukti 0,7 gram sabu,

kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto kepada wartawan, Sabtu (25/3/2017).

Suhermanto mengatakan, saat ini Ridho ditahan di Polres Jakarta Barat dan masih menjalani pemeriksaan penyidik.

Penyidik masih mendalami dari mana Ridho mendapatkan barang itu. 

Suhermanto enggan membeberkan detail penangkapan putra raja dangdut 
Rhoma Irama itu.

"Nanti malam akan dirilis. Selengkapnya akan dibeberkan di sana," katanya [jt]

Ini Pesan KH Hasyim Muzadi Sebelum Wafat



“Memilih pemimpin yang seagama itu bukan SARA,” tegas KH Hasyim Muzadi dalam sebuah kesempatan seusai pertemuan tokoh lintas agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dua hari sebelum dilakukannya Aksi Damai Bela Islam III di Jakarta, 2 Desember 2016 lalu.

Ketika itu, mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang juga menjabat sebagai Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini,

dengan tegas mengingatkan esensi dan subtansi utama dari rentetan aksi umat Islam tersebut adalah pelaksanaan hukum seadil-adilnya terhadap kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja alias Ahok, sebagai tersangka.

“Tetap saja kuncinya adalah proses hukum Ahok,” tegas beliau.

Kini, KH Hasyim Muzadi telah tiada. Tugas umat muslim Jakarta sudah jelas.

Memilih pemimpin baru yang seagama dan tak menjadikan seorang terdakwa penista agama dan
 Al Quran sebagai pemimpin. 

Remaja Masjid Ditahan Usai Membela Ustadzah Yang dicaci Maki Pendukung Ahok




Sebuah kabar miris dari dunia hukum berembus kembali. Kali ini, kabar yang beredar tersebut tentang seorang remaja masjid bernama Ruby Pegi (25).

Ruby ditahan pihak kepolisian Jakarta Barat karena memukul Iwan Batak, seorang simpatisan Ahok di Kalianyar 3, RT 09/01, Kalianyar, Tambora Jakarta Barat pada Senin, 13 Maret 2016 malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Berikut detil kasus yang dilansir dari Ahadtimes.com.

Menurut kisah Zaenab, ustazah yang terkait langsung dengan kasus ini, ketika itu Iwan berteriak-teriak tidak jelas, “hidup Ahok.. hidup Ahok” pada pukul sepuluh malam dan mendatangi rumah Zaenab.

Ketika diingatkan justru Iwan membalas dengan kata-kata kasar. Pada saat itu salah satu putra Zaenab marah dan bersama Ruby Pegi (rekannya-red) memukul Iwan.

Zaenab menuturkan Ruby Pegi diperlakukan seperti penjahat, diborgol dan disatukan dengan tahanan lainnya.

"Mirisnya lagi, Pegi tidak boleh membawa, memakai sarung atau celana panjang untuk salat. Padahal Pegi biasa salat 5 waktu. Sehari-hari dia biasa ngajar anak-anak ngaji di Masjid Al Huda,” tutur Zaenab.

Kemudian, setelah berusaha maksimal, akhirnya ibunda Pegi bisa menemui anaknya di sel tahanan Polrestabes Jakarta Barat pada Rabu, 15 Maret 2017 sore pukul 16.00 WIB.

“Pegi ditemui dalam keadaan sudah digunduli, ibunya bawa celana panjang untuk keperluan salat tapi gak boleh. Bahkan untuk dikasih jaket untuk tidur di kamar tahanan yang beralaskan ubin pun tidak diperkenankan. Alasan polisi bila dikasih celana panjang atau sarung bisa dijadikan alat bunuh diri,” kata Zaenab. Zaenab melanjutkan, pihak pengacara dari ACTA, Firman, sudah menemui Pegi dan sempat berdebat dengan pihak kepolisian untuk hak-hak Pegi selama di tahanan. Dari informasi yang didapatkan, saat ini pengacara sedang mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik.

“Kami berharap agar barisan pembela ulama dan Al Quran untuk senantiasa merapatkan barisan dalam 1 shaf yang kokoh untuk melawan kezaliman dan fitnah kaum penista agama. Sekali lagi, Pegi membela saya pada saat saya diintimidasi oleh Iwan Ahoker, pemabuk perusuh. Pegi anak yang taat kepada Allah dan Rasul. Dia aktif sebagai remaja masjid. Pegi baru saja mempunyai putra masih balita. kenapa harus Pegi yang ditangkap, kenapa bukan si perusuh pemabuk yang ditangkap?” pungkas Zaenab.

Hutang Luar Negeri Indonesia Meningkat menjadi 161,2 miliar dolar AS



Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (17/3), melaporkan kenaikan tahunan utang luar negeri Indonesia sebesar 3,4 persen (year on year) pada Januari 2017 menjadi 320,3 miliar dolar AS. 

Utang dari debitur swasta juga menunjukkan keberlanjutan tren menurun, dengan koreksi 4,3 persen pada Januari 2017 menjadi 159 miliar dolar AS, sementara utang luar negeri publik pemerintah tumbuh 12,4 persen (yoy) menjadi 161,2 miliar dolar AS.

“Posisi ULN swasta pada akhir Januari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih. 

Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 persen," 
tulis pernyataan BI dalam statistik Utang Luar Negeri Januari 2017.

Secara umum, BI melihat pertumbuhan ULN di sektor listrik, gas dan air bersih meningkat dibandingkan dengan Desember 2016. Sementara itu, pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi.

“BI memandang perkembangan ULN pada Januari 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional, khususnya ULN sektor swasta," tulis BI.

Berdasarkan jangka waktu pengambilannya, ULN jangka panjang masih tetap mendominasi dengan total 277 miliar dollar AS atau 86,5 persen dari porsi total ULN.  

ULN jangka panjang tersebut terdiri dari ULN sektor publik sebesar 159,2 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta sebesar 117,8 miliar dollar AS. 

Sementara ULN berjangka pendek tercatat sebesar 43,3 miliar dollar AS dan ULN sektor publik sebesar dua miiar dollar AS.

Tagih Janji Ahok, Salah Seorang Atlet PON : Kami mau nanya bonus PON yang tak sesuai yang dijanjikan




Sejumlah Atlet PON DKI Jakarta cabang Tenis Meja menyambangi Rumah Lembang atau posko cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Kedatangan mereka untuk menagih janji gelontoran bonus dari Pemprov DKI Jakarta saat Ahok, sapaan Basuki, masih aktif menjadi Gubernur.

"Kami mau nanya bonus PON yang tak sesuai yang dijanjikan. Hasil yang didapatkan tak sesuai yang kita harapkan," kata salah seorang Atlet di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (25/1).

Menanggapi hal ini, Ahok mengaku heran karena dirinya mengaku telah menganggarkan dana khusus bagi atlet DKI Jakarta yang mampu berprestasi.

Ahok sebelumnya menjanjikan bonus sebesar Rp 1 miliar bagi para klub atlet yang berjuang di PON. Namun, saat PON usai digelar ternyata mereka hanya mendapat bonus sebesar Rp 200 juta.

"Kenapa kita instruksikan kasih ke klub kenapa enggak turun. Kita kasih supaya klubnya untuk tahun ke depan bisa hidup," ujarnya.

Ahok mengatakan saat ini dirinya pun tak bisa mengurusi permasalahan yang dikeluhkan oleh para atlet tersebut. Sebab, dirinya tengah nonaktif sebagai Gubernur DKI Jakarta karena sedang mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Mantan Bupati Belitung Timur ini berjanji akan mengurusnya langsung apabila telah kembali aktif sebagai Gubernur.

"Kami terimakasih prestasi atlet untuk DKI. Saya lagi dinonaktifkan begitu saya balik saya periksa," katanya.

Heboh Bocah Jenius Jago IT



Masih ingat dengan berita heboh tahun lalu, bocah dengan IQ 130 di atas rata rata ?
ya dia adalah Ghatara Cosmo Arribath Jofano, anak seorang penjual kantung plastik di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor.

Hidupnya pas-pasan dan tidak memiliki tempat tinggal.

Namun siapa sangka saat ini ia tengah diberikan kesempatan untuk dibina di DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FMIPA IPB.

Seperti yang di beritakan oleh salah satu netizen di group facebook pojok programmer

" Anak ini adalah anak dari seorang penjaja kantong plastik tetapi pengetahuan dan kemampuannya tentang IT sangat luar biasa serta keingintahuannya ttg IT sangat tinggi.

Bersama ibunya yang penjual plastik, datang ke Ilkom untuk mencari tempat belajar. Anak itu gak sekolah karena mungkin gak kompatibel sama libgkungan sekolah.

Si Ibu semangat banget nyari peluang untuk anaknya bs sukses.

Anaknya jago, tapi dia ga punya laptop. Selama ini dia belajar mandiri di warnet.

Sudah bisa buat aplikasi iOS dan Android, bahkan pernah buat apps pakai swift. Saat ditanya2 masalah IT, gak segan2 dia keluarkan jargon2 IT yg mungkin anak tingkat 3 gak tau.

Dia juga tau Google Developer Festival dll. Mau ikut surya university, tp pemerintah bogor sprtnya kurang mendukung. "

Saat ini ia sedang dikenalkan ke komunitas mahasiswa dan janjian dengan mahasiswa-mahawiswa untuk belajar dari mereka

Mangkrak, Kasus Pembunuhan Siyono Tidak Dituntaskan Oleh Kepolisian




Kasus kematian Siyono di tangan Densus 88 sudah berlalu selama setahun. Pengacara keluarga mendesak kepolisian agar segera menuntaskan pembunuhan ini dengan membawa perkara tersebut ke kejaksaan.

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan penyelidikan dan penyidikan perkara kematian Siyono dan membawa perkara tersebut ke pengadilan melalui kejaksaan sesegera mungkin,” kata pengacara keluarga Siyono, Trisno Rahardjo saat dihubungi Kiblat.net, Rabu (08/03).

Pengacara dari Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) itu menambahkan dalam menyelesaikan kasus ini kepolisian seperti mengulur-ulur waktu. Dia menilai terkesan mencari-cari hal apa yang harus diperiksa.

Upaya mencari-cari bahan pemeriksaan itu salah satunya terlihat dalam proses pemeriksaan ahli forensik. Trisno mengungkapkan polisi telah minta dihadirkan ahli forensik, lalu timnya menghadirkan langsung ketua forensik. Anehnya, polisi kemudian justeru memeriksa semua yang bertugas saat melakukan forensik di pemakaman Siyono.

“Bagi kami itu tidak relevan. Karena hasil forensik itukan hasil yang sudah ditandatangani oleh ketua tim. Kalau semua diperiska kan seolah mencari motif kenapa forensik dilakukan. Malah justru mengaburkan,” sambungnya.

Seperti diketahui, Siyono meninggal saat berada dalam pengamanan Densus 88. Hasil pemeriksaan tim forensik menunjukkan bahwa dia mengalami luka dalam akibat benturan benda tumpul hingga menyebabkan kematiannya. Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) telah melaporkan kasus kematian Siyono ke Polres Klaten.



Menurut Trisno, ketika TPK menanyakan perkembangan penyelidikan, sampai sekarang pihaknya tidak mendapat jawaban resmi. Polisi dinilainya telah menyalahi prosedur dalam pengusutan kasus Siyono.

“Kenapa, kan seharusnya kalau korban minta perkembangan laporan itu kan harusnya diberikan. Wajib itu hukumnya, kami belum dapat laporanya,” tandasnya (tbi)

Prediksi Kekalahan Ahok-Jarot Putaran Kedua, Ini Penyebabnya


Isu pergantian Ketua Tim Pemenangan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dinilai wajar oleh Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariadi.

"Seharusnya, dengan modal sebagai petahana dan tingkat kepuasan di atas 70 persen, perolehan suara Ahok-Djarot bisa tinggi," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Namun, kata Ade, perolehan sebesar 43 persen atau cuma mendapatkan sekira 2,6 juta suara, menunjukkan tidak maksimalnya kerja-kerja tim sukses (timses).

"Yang paling menguras energi suara Ahok-Djarot memang isu SARA, kasus Al Maidah, dan attitute (sikap) Ahok. Tapi, sepantasnya timses Ahok-Djarot bisa mengelola itu, supaya minimal margin suara yang diperoleh dengan tingkat kepuasan tidak jomplang," beber mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.

Bila dikalkulasi dari perolehan suara partai pro-Ahok yang terdiri dari PDI-P, NasDem, Golkar, PPP kubu Djan Fariz, dan Hanura, dengan hasil pencoblosan 15 Februari silam, kata Reza, pun tidak sebanding.

"Kalau (perolehan suara) lima partai pendukung digabung, kan mereka mengantongi suara sekitar 57 persen pada Pileg 2014. Faktanya, suara untuk Ahok defisit sekitar 14 persen. Memang timses yang dipimpin Prasetio (Sekretaris DPD PDI-P DKI, Prasetio Edi Marsudi, red) tidak optimal," paparnya.

Peneliti Utama Voxpol Center Research & Consulting itu juga menganggap wajar, bila pada putaran kedua Pilkada DKI, pejabat teras parpol pengusung Ahok-Djarot turun gunung dan lebih aktif menyusun strategi.

"Karena Jakarta masih menjadi poros dan mempengaruhi dinamika politik di daerah," tandas Reza.

Dia pun menyarankan, agar timses Ahok fokus mencari simpatik dari pemilih mengangambang dan peka terhadap dinamika yang muncul.

"Khususnya responsif dengan isu-isu SARA, karena ini berdampak signifikan," ucap jebolan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Sebelumnya, seorang sumber di PDI-P DKI mengungkapkan, posisi Prasetio selaku ketua timses Ahok-Djarot telah diganti.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir, rapat-rapat pemenangan paslon nomor 2 yang dihadiri partai pengusung Ahok-Djarot, PDI-P, Hanura, PPP kubu Djan Fariz, Golkar, dan NasDem di DPP NasDem, Jl Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin Senin (6/3/2017) tak dihadiri oleh Prasetio. Namun, dari PDIP, diikuti Hasto yang tidak tercantum sebagai tim sukses (timses) dan Bendahara Tim Pemenangan, Charles Honoris.

Padahal, timses yang berasal dari partai lain hadir. Misalnya, Sekretaris Ace Hasan Syadzily (Golkar), Wakil Ketua Wibi Andrino (NasDem) dan Muhamad 'Ongen' Sangaji (Hanura). Sedangkan, perwakilan PPP adalah Humphrey Djemat, kuasa hukum Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Selin itu, batang hidung Prasetio yang juga ketua DPRD DKI tak nampak saat lima parpol pro-Ahok menemui Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), di bilangan MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa saat lalu.

Pada momen tersebut, rapat pembahasan strategi putaran kedua Pilkada DKI dilakukan pejabat teras. Misalnya, Hasto, Sekjen DPP NasDem Nining Indra Saleh, Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Suding, dan Ketum DPP PPP Djan Faridz. Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham, berhalangan hadir karena sedang sakit.

Tapi, ada beberapa timses yang hadir. Yakni, Wibi dan Ongen serta Anggota Bidang Kampanye dan Sosialisasi Ahok-Djarot, Bestari Barus. (opb)

HT Melalui Perindo Siap Membantu Kemenangan Anies-Sandi.


Sandiaga Uno menyebut dukungan HT dapat menarik kalangan menengah ke atas.

"Pak HT belum spesifik dukungannya seperti apa. Tapi beliau menyampaikan yang menjadi apa keinginan kita untuk menyasar kalangan menengah ke atas. Beliau akan all out termasuk turun di blusukan-blusukan kita di tempat perumahan-perumahan yang kita susah masuk. Disitu Pak HT bisa membantu," kata Sandiaga seperti diberitakan RMOLJakarta.com, Kamis (9/3).

Sebelumnya paslon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan pertemuan dengan HT. 

HT menyatakan dukungannya pada paslon nomor 3 tersebut.

 "Jadi, setelah kami betul-betul matangkan ke dalam dan di dalam partai di DPP bahwa kebutuhan pemimpin di Jakarta itu apa saja. Kemudian kami bikin check list-nya, daftarnya. Akhirnya ya keputusan itu jatuh pada pasangan calon nomor urut 3," kata HT.

Dia menilai, Anies-Sandi sebagai pasangan yang dapat merangkul semua golongan. Ia yakin masyarakat Jakarta dapat lebih sejahtera dengan kepemimpinan mereka. 

"Kita butuh pemimpin yang bisa berdiri di tengah dari semua dan tentunya dari semua kalangan, golongan, agama, etnis, suku, status sosial, apa pun. Kemudian pemimpin yang tidak hanya membangun, tapi juga menata Jakarta. Khususnya juga menata masyarakat kecil, tidak menertibkan saja, tapi memberikan solusi bagaimana mereka secara kesejahteraan bisa meningkat," ujarnya.

HT melalui Perindo siap membantu kemenangan Anies-Sandi. Dia siap membantu meyakinkan warga Jakarta agar memiliki gubernur yang baru. 

"Jadi saya sarankan, kerahkan semua unsur dari semua pendukung parpol atau relawan untuk bisa membantu jalannya pilkada ini supaya adil, jujur, dan transparan. Kalau itu terjadi, ya saya punya feeling bisa menang," katanya.

Spanduk BELA ULAMA Dicopot oleh Satpol PP, Ini Tanggapan Nushron



Seperti diketahui, belakangan ini marak terpasang spanduk bertuliskan pembelaan terhadap ulama di wilayah Jabodetabek. Namun sayangnya, kebanyakan tulisan di spanduk-spanduk itu bernada provokatif.

Bahkan, ada spanduk "bela ulama" yang terpasang di salah satu wilayah Bekasi yang terpaksa dicopot oleh Satpol PP karena isi tulisannya yang bernada keras dan kasar.

"Kalau soal bela ulama sah-sah saja. Wong membela ulama. Saya juga membela ulama, karena yang saya yakini ulama. Kalau ada kiai diganggu, saya juga pasti marah juga," kata Nusron di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

Menurutnya, apa yang perlu disoroti dan diperdebatkan saat ini justru spanduk-spanduk yang berisikan tulisan agar tidak menyalati jenazah umat Islam yang mendukung kafir di Pilgub DKI.

"Kalau kemudian minta supaya orang tak menyalati jenazah dan sebagainya, apa itu ajaran Islam? Ajaran mana itu? Ajaran Islam jangankan orang yang beda pilihan, selama orang itu syahadat, selama orang itu asyhaduala ilahaillah dan, masih punya tauhid dan dia meninggal, itu fardhu kifayah hukumnya untuk disalatkan dan diurus jenazahnya. Itu hukum Islam," tuturnya.

Ia pun menyayangkan kemunculan spanduk-spanduk yang terpasang di sejumlah masjid di Jakarta itu. Menurutnya, tafsir yang menjadi asal ajakan itu patut dipertanyakan.

"Kok kemudian tidak disalati itu ajaran apa? Ajaran dari mana? Ya kan? Kalau tafsir-tafsir, tafsirnya siapa? Ini kalau kayak gitu apa ada zaman Rasulullah? Kalau selama ini kayak gitu-gitu dianggap bid'ah, yang bid'ah siapa kalau kayak gini terus? Jadi saya yakin, saya tegaskan. Kalau orang lain berbuat, kami pun bisa berbuat," paparnya.

Namun, pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah ini meyakini warga Jakarta dapat menentukan cagub-cawagub pilihannya secara cerdas di tengah kencangnya isu SARA saat ini pada Pilgub DKI putaran kedua nanti.

"Saya yakin, rakyat Jakarta cerdas. Kami optimistis, Ahok-Djarot pada 19 April nanti akan menang dalam putaran kedua Pilgub Jakarta," pungkasnya (nic)

para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak perlu disholatkan karena pendukung Ahok mati syahid


Tokoh Yayasan Paramadina yang juga dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), kembali membuat ulah.

Di akun Facebook, Ade Armando menegaskan bahwa jenazah para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak perlu disholatkan karena pendukung Ahok mati syahid.

“Sikap masjid yang menolak memandikan dan menshlatkan jenazah pendukung Ahok harus dipandang sebagai penghormatan mereka terhadap pendukung Ahok karena meninggal saat mendukung Ahok adalah mati syahid,” tulis Ade Armando.

Pesan khusus untuk keluarga pendukung Ahok pun disampaikan Ade Armando. “Jadi jangan sedih kalau jenazah saudara Anda yang mendukung Ahok ditolak untuk diurus oleh masjid di sekitar Anda. Meninggal saat memperjuangkan Ahok adalah mati syahid dan karena itu ruhnya langsung diterima di surgaNya,” tulis Ade Armando.

Pernyataan Ade mengundang reaksi keras dari banyak kalangan. Aktivis sosial media Eko Widodo di akun Twitter 

@ekowBoy menulis: 

“Ade Armando: Pendukung ahok tidak perlu disholati karena mereka mati syahid. Mari kita aminkan.. Semoga bani taplak mati syahid semua.” 

Aksi 212 menjadi alat bagi Presiden Joko Widodo untuk meyakinkan investor


Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Muhammad RIzieq Syihab menyambut baik pernyataan Presiden Jokowi yang menjadikan aksi 212 sebagai alat untuk menarik Investor.

"Awalnya aksi 212 dianggap makar, tapi sekarang dianggap pembawa investasi. Akhirnya presiden mengakui, bahkan 'dijual' ke luar negeri untuk menarik investasi," ujar Habib Rizieq saat pengajian bulanan di Markaz Syariah Jakarta.

Menurutnya, sikap Presiden tersebut bagus dan perlu disyukuri. "Ini angin segar buat kita, artinya dengan aksi 212 itu mestinya pemerintah bukan menganggap kita musuh, bukan menanggap kita berbuat makar. Mestinya ulama dirangkul dan dijadikan mitra," ungkap Habib Rizieq.

Ia menambahkan, seharusnya energi 212 itu diambil oleh pemerintah sebagai energi kebersamaan untuk membangun bangsa.

Seperti diketahui, gelombang aksi 212 yang dihadiri jumlah massa lebih dari 7 juta orang pada Desember 2016 lalu, menjadi alat bagi Presiden Joko Widodo untuk meyakinkan investor, bahwa situasi Indonesia aman dan kondisi situasi politik tidak ada masalah.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi terakhir tax amnesty, di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta, Selasa (28/2) lalu.

Jokowi mengatakan, selama ini banyak yang bertanya tentang pengamanan aksi akhir tahun lalu tersebut. termasuk saat ia melakukan kunjungan ke Australia akhir pekan kemarin. (sim)

Pekerja Cina Ini Bentrok Dengan Pekerja Indonesia


Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan pertambangan PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (7/3/2017), terlibat perkelahian dengan pekerja lokal.

Iwan, 35 tahun, pekerja tambang VDNI, yang terlibat dalam perkelahian, mengatakan masalah ini bermula dari insiden sehari sebelumnya, Senin (6/3). Iwan menceritakan, Senin sore, dirinya tiba-tiba dipanggil oleh Kepala Divisi Eksa, Mr Wang.

”Pas saya dipanggil, dia langsung pukul saya, tapi saya tangkis. Habis itu saya dipeluk sama kontraktor yang juga ada di situ, baru Mr Wang ajak saya berdamai di situ,” kata Iwan di kantor Polsek Bondoala, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Selasa siang (7/3).

Keesokan harinya, rekan kerja Iwan yang bernama Mitra berencana menghadap ke pihak perusahaan guna mempertanyakan alasan pemukulan yang menimpa rekannya. 

”Pas saya mau masuk di dalam ruangan, saya bersenggolan sama orang Cina. Di situ saya langsung didorong, terus saya berkelahi,” ujar Mitra

Saat perkelahian itu berlangsung, tiba-tiba seratusan pekerja asal Cina datang membantu rekan senegaranya itu untuk ikut memukuli. Rekan-rekan Mitra yang juga pekerja lokal langsung berhamburan membantu Mitra, dan terjadilah bentrokan tersebut. 

Kata Mitra, perkelahian dua kelompok itu berlangsung kurang-lebih setengah jam hingga pihak kepolisian mendatangi lokasi. 

 Setelah itu, empat orang yang diduga menjadi penyebab kericuhan di dalam tambang itu telah diamankan Polsek Bondoala. Mereka adalah Iwan dan Mitra, yang merupakan pekerja lokal, serta Mr Wang dan Mr Tonton, yang merupakan WNA asal Cina. 

Kepala Polsek Bondoala Ajun Komisaris C. Simanjuntak belum bisa memberikan keterangan pasti terkait dengan insiden yang terjadi di dalam lokasi perusahaan tambang nikel itu. “Saat ini kita masih menginterogasi empat orang yang terlibat dalam perkelahian. Sementara yang mengaku telah dipukul kita sudah suruh dia untuk visum,” kata Simanjuntak. 

Simanjuntak mengakui kesulitan dalam merampungkan berkas acara perkara (BAP) karena TKA asal Cina tidak bisa berbahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia. 

”Kita sudah hadirkan penerjemah bahasa untuk melancarkan proses interogasi terhadap orang Cina ini. Kemarin itu kita sudah terima laporan dari Iwan, yang mengaku telah dipukul. Hari ini juga, TKA asal Cina juga melapor balik,” ujar Simanjuntak.

Di Polsek itu, terlihat puluhan pekerja lokal menunggui rekannya yang sedang diperiksa oleh anggota kepolisian. (sim)

Raja Salman Betah Di Indonesia


Raja Arab Saudi Salman bin Abdul aziz As Saud nampaknya betah di Indonesia. Kabar terbaru, raja berjuluk penjaga dua kota suci itu memperpanjang liburan hingga Minggu 12 Maret 2017 mendatang.
 

“Informasi terbaru yang kami terima, Raja Salman dan rombongan akan berlibur hingga Minggu mendatang,” ujar Deputi Direktur Operasional JAS Airport Service Subiyono, Senin (6/3).

Dia membenarkan salah satu pangeran akan kembali ke Saudi lebih dulu, itu terlihat pada kemarin sore saat pesawat Jet Gulfstrram 650 mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai.


 Pesawat yang membawa tiga crew itu saat ini parkir di B41 Terminal Selatan General Aviation.

“Menurut rencana, pesawat akan membawa Pangeran Mansour bin Abdulaziz Al Saud beserta empat rombongan pulang ke Arab Saudi,” kata Subiyono.


Sementara itu, intensitas pengamanan VVIP untuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tak berkurang meski situasi Bali relatif kondusif.


“Hasil monitoring terakhir, situasi di Hotel St.Regis, Nusa Dua, tempat menginap Raja Salman dan rombongan aman terkendali,” ujar Kabidhumas Polda Bali AKBP Hengky Widjaya.

Stadion Ini Menjadi Tempat Kajian Akbar Zakir Naik Di Bekasi


Humas Panitia Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Budhi Setiawan membenarkan bahwa pakar teologi internasional asal Mumbai, India tersebut akan mengisi acara dakwah di Bekasi.

Sebelumnya, beredar foto Dr Zakir Naik tengah meninjau Stadion Patriot Bekasi, Jawa Barat. Foto tersebut diupload oleh twitter resmi Dispora Pemkot Bekasi.

"Dr Zakir Naik diagendakan mengisi di Stadion Bekasi pada April, beliau sudah survei lokasi pada Sabtu lalu (4/3)," kata Budhi kepada Voa Islam, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Kendati demikian, Budhi menegaskan bahwa jadwal rinci Dr Zakir Naik berceramah di Bekasi belum ditentukan, mengingat pengkondisian acara yang belum selesai.

"Soal tanggalnya masih proses persiapan, jadi belum bisa kita kabarkan," ujarnya.

Budhi menjelaskan bahwa panitia memilih Bekasi sebagai tempat ceramah Zakir Naik, karena tidak ada tempat di Jakarta yang siap menampung 10 ribu orang. "Kita sudah cari di Jakarta, sudah tidak ada tempat yang bisa digunakan dengan kapasitas tersebut. Tempat yang mampu menampung semuanya sedang ada kendala," tuturnya.

Rencananya, lanjut Budhi, ceramah agama Zakir Naik di Bekasi menargetkan pengunjung dari Jabodetabek dan Jawa Barat. Zakir Naik diagendakan akan mengisi ceramah tunggal di sana. "Zakir Naik hanya ceramah saja, tidak ada format debat," tutupnya.

Sekadar diketahui, Kegiatan Safari Dakwah Dr Zakir Naik rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 9 April 2017, di beberapa kota di Indonesia.

Dr Zakir Naik diagendakan untuk berceramah dakwah di beberapa tempat, diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Untuk lokasi lainnya masih dalam tahap koordinasi.

Ternyata Sejak Dulu Ernest Benci Islam, INI BUKTINYA


Kedatangan ulama terkenal asal India, Dr. Zakir Naik yang waktunya nyaris bersamaan dengan kehadiran Khadimul Haramain Asy-Syarifain Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud akhirnya mencuri perhatian publik.

Dr. Zakir Naik disambut hangat dan penuh sukacita oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam pertemuan di Rumah Dinas Wakil Presiden, Sabtu 4 Maret 2017, malam.

Pertemuan Wapres Jusuf Kalla dan Dr. Zakir Naik, dipublikasikan di akun Facebook Hanny Kristianto, salah seorang panitia Persiapan Zakir Naik Visit Indonesia 2017. Selain bersilaturahim, JK dan Zakir Naik menunaikan salat berjamaah dan makan malam.

Anehnya, pertemuan Dr. Zakir Naik dan Wapres Jusuf Kalla dalam kapasitas sebagai seorang pejabat negara dan sebagai seorang muslim yang mencintai ulamanya, membuat "gerah" komika yang naik daun melalui acara stand up comedy, Ernest Prakasa.

Ernest menilai alasan pertemuan keduanya tidak bisa dipahami, karena menurut Ernest, Dr. Zakir Naik adalah pihak yang mendanai kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

"JK dengan hangat menjamu Zakir Naik, orang yang terang-terangan mendanai ISIS. Sulit dipahami," tulisnya di akun Twitter Ernest, @ernestprakasa, yang kini sudah menghapus cuitan tersebut.

Kicauan Ernest yang jelas menuding Dr. Zakir Naik sebagai pendana ISIS jelas merupakan bukti kebencian Ernest kepada kelompok muslim.

Sekedar sebagai pengingat, sebelumnya, Ernest juga menunjukan kebencian yang nyata terhadap Islam dan para pemimpinnya. Sikap Ernest yang berulang kali melakukan penistaan kepada Islam dengan cara menghina dan memfitnah para ulama, menjadi bukti nyata unsur kesengajaan yang dilakukan dengan sistematis.


Kebencian yang nyata dan ditunjukan secara berulang oleh Ernest juga menjadi bukti bahwa permintaan maaf, seperti yang pernah disampaikan Ernest saat mengjnjak foto mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, dan juga diulanginya hari ini, Senin 6 Maret 2017 melalui akun twitternya, hanyalah sebuah drama untuk menyelamatkannya dari kecaman umat Islam.


Jika saat itu Anis Matta dengan segenap kesabaran mau memaafkan Ernest, maka kali ini karena Ernest sudah melampaui batas dan mempermainkan kesabaran tak hanya umat Islam, namun sekaligus rakyat Indonesia, permohonan maaf Ernest tak lagi cukup.

Karena bukan saja Dr. Zakir Naik yang difitnah Ernest namun juga Wapres Jusuf Kala yang menjadi sasaran tudingan Ernest. Sebagai pejabat negara, Wapres Jusuf Kala layak untuk dihormati oleh segenap rakyat Indonesia, dan perbuatan Ernest, sama sekali tidak menunjukan respeknya sebagai warga negara Indonesia kepada pemimpinnya.